Tampilkan postingan dengan label Tembang Pop Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tembang Pop Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Timang-timang


Timang-timang anakku sayang.
Buah hati ibunda seorang.
Jangan menangis dan jangan merajuk sayang.
Tenanglah tenang dalam buaian.

Betapa kah hati tak kan riang.
Bila kau bergurau dan tertawa.
Semoga jauh dari mara-bahaya.
Riang gembira sepanjang masa.

Setiap waktu kuberdo'a.
Pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Bila kau telah dewasa.
Hidupmu bahagia sentosa.

Timang-timang anakku sayang.
Buah hati permata bunda.
Tidurlah tidur dan pejamkan mata, sayang.
Esok hari bermain kembali.



Sumber dari buku tembang-lawas : "Lagu2 Indonesia" by SriMaharini.
Yang kutahu, tembang ini pernah populer dimasyarakat, antara tahun 70'an.



Jumat, 28 Oktober 2011

Jangan ada dusta diantara kita

Tembang lawas by : Brury Marantika.


Ketika pertama kujumpa denganmu.

Bukankah pernah kutanyakan padamu.

Takkan kecewakah kepada diriku.

Takkan menyesalkah hidup denganku, nanti.

Memang kau bukan yang pertama bagiku.

Pernah satu hati mengisi hidupku.

Kini semua kau katakan padaku.

Jangan ada dusta diantara kita.

Semua terserah padamu, aku begini adanya.

Kuhormati keputusanmu, apapun kau katakan.

Sebelum terlanjur jauh melangkah, kau katakan saja.



Kau semakin mempesona

Tembang lawas by : Rafika Duri.

Ingin aku membencimu,

Ingin aku menjauh darimu.

Namun semakin lama aku mencoba,

Kau ternyata makin mempesona

Kepadamu kuberjanji,

Kepadamu akan kucurahkan,

Semua jiwa ragaku dengan cintaku.

Terimalah kasihku yang suci.

Darimu kudapatkan jalan hidup benar,

Darimu kudapatkan kasih sayang.

Kasihku…. Yang…. suci …………..




Senin, 25 Juli 2011

Kasih terakhir

Dikala ku hidup sendiri.
Sedetik serasa sehari.
Menunggu bila kau kembali.
Dan tak kan pergi lagi.

    Kau bukan kekasihku yang pertama.
    Dimasa ku seorang remaja.
    Tetapi kau akan menjadi.
    Kasihku yang terakhir.

        Semenjak kau kembali.
        Ku kan kau mengerti.
        Tak akan dikau lepas.
        Da..ha...ri... ku.




Tembang ini awal dipopulerkan antara tahun akhir 60'an, dan dilantunkan Tety Saleh.

Rabu, 22 Juni 2011

Hesti

    Oh... Hesti.
    Mengapa wajahmu mirip dia.
    Dia yang meninggalkan daku.
    Pergi entah kemana.

                Oh... Hesti.
                Kau datang dikala aku rindu.
                Rindukan belaian kasih.
                Yang kini telah jauh.


                                Bila kupandang wajahmu.
                                Hatiku tersayat pedih.
                                Karena teringat kala.
                                Ku ditinggalkan pergi.



Tembang ini dilantunkan oleh Lilis Suryani, dan populer mulai pertengahan tahun 60'an.
     
      

Senin, 13 Juni 2011

Muriara dari selatan

Andi Meriam Matalatta
Sejuk nian dipandang mata.
Lembut nian tutur katanya.
Kaulah gadis pujaan.
Mutiara dari selatan.

Tiada syair dapat melukiskan.
Keindahan wajahmu nan menawan.
Kaulah gadis impian.
Mutiara dari selatan.

Merdu merayu suara bak berlagu.
Menawan kalbu bak buluh perindu.
Lagu ini kupersembahkan.
Kepadamu sebagai kenangan.
Semoga mengharum wangi.
Mutiara pujaan bangsa.
Andi Meriam Matalatta



Tembang ini populer dilantunkan oleh Andi Meriam Matalatta.
Ini adalah sebuah persembahanku untuk melestarikan tembang dan penyanyi favoritku.









.


Sabtu, 11 Juni 2011

Potretmu

(Tembang pop indonesia by: Christine, @medio 60-70'an)

Suratmu kasih kau kirimkan.
Dari jauh diseberang sana.
Kata yang mesra tulisan tangan.
Untuk dikau seorang.

Setahun kini telah lalu.
Setahun penuh dendam rindu.
Potretmu pelipur lara.
Kawan yang setia.

Dimana juga aku berada.
Kemana pun aku pergi.
Potretmu selalu kubawa serta.
Tak pernah berpisah.

Walaupun potret usang sudah.
Kusimpan dan kubelai sayang.
Tak kan kubuang begitu saja.
Sampai masa datang.





Kamis, 02 Juni 2011

Sebiduk disungai musi

    Terpesona aku melihat wajahnya.
    Tak kala aku duduk didekatnya.
    Sebiduk seiring aku menyeberang.
    Berperahu menyeberang sungai musi.

            Kan kutegur dia namun hati enggan.
            Tak sabar hati ingin menyapanya.
            Tak segan-segan aku meliriknya.
            Sekilas tampak olehku senyumnya.

Ombak pun datang.
Perahuku pun oleng.
Tersentuhlah ia olehku.

    Terkejut tiba-tiba ia menolehku.
    Kugenggam tangannya yang halus mulus.
    Namun sayang seribu kali sayang.
    Sang biduk telah merapat kepantai.



Tembang ini populer dan dibawakan oleh Alfian diakhir tahun 60-70'an.

Senin, 23 Mei 2011

Gelombang Alun

Alun-alun gelombang alun.
Senyum tatak si bunga siang.
Bangun-bangun hari date bangun.
Ayam pun berkokok hari nan siang.

Wahdi sore berlumba-lumba.
Berlumba-lumba setuju ite.
Anak dare turun berlumba.
Turun berlumba tujune abdi.

Nantue bebaju gado.
Nantek pepak sereo.
Nan gasre sesuknya gadi.
Nan paci sangguh semangguh.

A, a, a, a, a, ........,


Tembang ini awal mula dilantunkan oleh Lilies Suryani, antara tahun 60-70'an.  Syair diberikan seseorang, sepulang dari show di-Pontianak - Kalimantan Barat. Yang kemudian dilantunkan apa adanya, sesuai bunyi teks aslinya.

Surabaya

Surabaya    by : Dara Puspita

Surabaya, Surabaya, oh.. Surabaya.
Kota kenangan, kota kenangan, tak kan terlupa.

          Disanalah, disanalah, di Surabaya.
          Pertama, yang pertama, kami berjumpa.

                    Kuteringat masa yang telah lalu.
                    Seribu insan, berpadu hati, menjadi satu.

          Surabaya, ditahun empat lima.
          Kami berjuang, kami berjuang, bertaruh nyawa.

                    Surabaya, Surabaya, oh.. Surabaya.
                    Kota kenangan, kota kenangan, tak kan terlupa.



Surabaya    by : Uke Oktorina Mury

Surabaya itu nama kotaku.
Tak mudah hilang dari ingatanku.
Tertulis tuk sejarah kenangan masa lalu.
Kota pahlawan Surabaya.

Surabaya sangat harum namanya.
Dikenal dan dipuja sepanjang masa.
Muda-mudi berjuang melawan penjajahan.
Jembatan merah jadi saksinya.

Oh.. oh.. oh.. Surabaya ..........
Oh.. oh.. oh.. Surabaya ..........
Oh.. oh.. oh.. Surabaya ..........
Oh.. oh.. oh.. Surabaya ..........



Untuk Surabaya-ku.
Tembang2 tersebut cukup terkenal pada jamannya. Yang dibawakan band "Dara Puspita" , populer antara pertengahan tahun 60'an, dengan personil band yang kesemuanya perempuan (Titik AR, Lies AR, Titik Hamzah, dan Susy Nander). Sedangkan yang dibawakan Uke Oktorina Mury, populer antara kurun waktu tahun 70'an.

Gadis

Hai gadis wajahmu ayu.
Bahagianya seumurmu.
Kau lincah cantik dan lucu.
Tawa tangis kaupun lucu.

Hai gadis kau pasti tahu.
Dilambangkan kuncup bunga.
Hai gadis engkaupun tahu.
Kini kuncup nanti mekar bunga.

Sudahkah kau siap siaga.
Membekali diri tuk bertahta.
Kala engkau kan jadi wanita.
Dan kau butuh kawan pria.

Hai gadis hidup ini indah.
Yang pasti hormati dirimu.
Cari ilmu pantang lelah.
Agar pria lebih hormat padamu.

Gadis hai gadis, Hidup ini indah.
Gadis hai gadis, Engkau cantik lincah.
Gadis hai gadis, Asal engkau tahu.



 Tembang indonesia populer ini adalah ciptaan Titiek Puspa, dan cukup populer/terkenal-lah pada jamannya.

Renunganku seorang

Dalam renunganku seorang.
Diambang sore nan lalu.
Tiada bisikan kata mesra.
Tamasya indah berlibur.

          Kesuatu arah tertentu.
          Kulepaskan pandanganku.
          Ketempat janji bertemu.
          Simpang tiga rumpun bambu.

                    Tiap sore kunantikan.
                    Disimpang tiga titian.
                    Dengan bekal kasih sayang.
                    Serta mesra pengharapan.

Reff:
Entah apalah sebabnya.
Tiada kabar berita.
Tujuh senja kunantikan.
Namun dikau tiada datang.

          Dalam renunganku seorang .............


Tembang pop indonesia ini, awal kedengar dilantunkan oleh Victor Hutabarat.

Kamis, 19 Mei 2011

Kisah Seorang Pramuria




Tembang Pop Indonesia yang populerkan The Mercy's ditahun 80'an.

(Sumber: Media Cetak)