Tampilkan postingan dengan label Tembang pop kroncong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tembang pop kroncong. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2011

Kamis, 23 Juni 2011

Sepasang mata bola

Hampir malam di-Jogya.
Ketika keretaku tiba.
Remang-remang cuaca.
Terkejut aku tiba-tiba.

Dua mata memandang.
Seakan-akan dia berkata.
Lindungi aku pahlawan.
Dari pada si angkara murka.

Sepasang mata bola.
Dari balik jendela.
Datang dari Jakarta.
Menuju medan perwira.

Kagum ku melihatnya.
Sinar nan perwira rela.
Hati telah terpikat.
Semoga kelak kita berjumpa pula.



Sebuah tembang dalam irama langgam keroncong yang mulai terkenal, dan mengiringi masa-masa perjuangan revolusi kemerdekaan RI, antara tahun 1945.

Pemuda Pemudi

Pemuda serta pemudi jangan sangsi lagi.
Nasib negeri tergantung pada dirimu sendiri.

Jagalah nusa bangsa dengan suka rela.
Jadilah pahlawan pembela bangsa berjuang sekuat tenaga.

Negeri Indonesia tentu makmur serta sentosa.
Cita pemuda-pemudi semua rela korbankan jiwanya.



Tembang langgam kroncong ini aku kenal sejak dikumandangkan terutama oleh Harvey Malaiholo, ditahun 70'an.

 

  

Minggu, 12 Juni 2011

Bandung Selatan

Bandung selatan diwaktu malam.
Berselubung sutra mega putih.
Laksana putri lenggang kencana.
Duduk termenung teringat kekasih.

Bandung selatan diwaktu malam.
Dalam asuhan dewi purnama.
Sungguh indah sinarnya rembulan.
Riwayatnya tiada kulupakan.

Terdengar suara seruling bambu.
Gitar malam nan merdu merayu.
Diiringi tembang suara ibu.
Tembang suara nan syahdu.

Bandung selatan diwaktu malam.
Berselubung sutera mega putih.
Laksana puteri lenggang kencana
Merindukan persada pertiwi.




Rabu, 08 Juni 2011

Sapu Tangan



Tembang ini dilantunkan dalam irama Kroncong.
Sumber dari buku: "Lagu2 Indonesia" by SuYuang

Bandar Jakarta

Awan lembayung menghiasi bandar indah permai.
Aman terlindung oleh pulau seribu melambai.

Melambai rona merona mengembang layar laju perahu nelayan.
Memecah buih menyusur pantai menuju teluk Jakarta.

Indah lukisan alam kala senja menjelang pelukan malam.
Burung putih menyampaikan salam kata selamat malam.




Tembang ini dilantunkan dalam irama kroncong.

 

Senin, 23 Mei 2011

Kota Solo

          by : Mus Mulyadi

          Kota Solo.
          Kota tempat kesenian asli.
          Tarian indah murni.
          Iramanya mengiringi.

                    Banyak peziarah.
                    Sejak purba hingga kini.
                    Para agung serta pendeta.
                    Sungguh maha sakti.

                              Sungguh indah Kota Solo.
                              Banyak pemandangan.
                              Banyak pula hiburan.
                              Ditepinya bengawan.

          Kota Solo.
          Yang menjadi kenang-kenangan.
          Indah dapat menghilangkan.
          Hati sedih dan duka.



Tembang kenangan ini populer dibawakan dalam irama kroncong.

Minggu, 22 Mei 2011

Selendang Sutera

Selendang sutera tanda mata darimu.
Telah kuterima sebulan yang lalu.

          Selendang sutera mulai disaat itu.
          Turut serentak didalam batinmu.

Ketika lenganku terluka parah.
Selendang suteramu turut berjasa.

          Selendang sutera kini pembalut luka.
          Cobek semata tercapai tujuannya.




Sebuah tembang yang populer mulai pada jaman perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945. Dibawakan dalam irama kroncong, yang banyak disukai pecinta musik disaat itu. Hingga sekarang pun masih banyak juga yang menyukainya, termasuk kami juga tentunya, he.. he....

Sabtu, 21 Mei 2011

Dibawah sinar bulan purnama



Tembang ini dilantunkan dalam irama Kroncong.
Cukup populer banget tembang ini, pernah disenandungkan oleh berbagai penyanyi2 tenar dinegeri kita (Indonesia).

Sumber dari buku: "Lagu2 Indonesia" by SuYuang 




Rabu, 06 April 2011

Pulau Jawa



Tembang ini dibawakan dalam irama kroncong.

Sumber dari buku: "Lagu2 Indonesia" by SuYuang